Al-Hikmah : Indonesian Journal of Early Childhood Islamic Education http://journal.iaialhikmahtuban.ac.id/index.php/ijecie <p><strong><a href="https://scholar.google.co.id/citations?hl=en&amp;user=HKFNIrAAAAAJ">https://scholar.google.co.id/citations?hl=en&amp;user=HKFNIrAAAAAJ</a><a title="Scopus ID" href="56051375000">56051375000</a>Jurnal Al Hikmah: Indonesian Journal of Early Childhood Islamic Education (IJECIE)</strong>&nbsp;adalah jurnal berkala ilmiah yang dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Institut Agama Islam (IAI) Al Hikmah Tuban, bekerja sama dengan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Guru Raudlatul Athfal (PPS-PGRA) Indonesia. Jurnal ini mengkhususkan diri pada kajian pendidikan Islam anak usia dini.&nbsp;</p> IAI Al Hikmah Tuban en-US Al-Hikmah : Indonesian Journal of Early Childhood Islamic Education 2598-9588 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN SENTRA UNTUK MENGOPTIMALKAN KECERDASAN MAJEMUK http://journal.iaialhikmahtuban.ac.id/index.php/ijecie/article/view/411 <p>Abstrak</p> <p>Artikel ini membahas mengenai sudut pandang model pembelajaran sentra dalam pendidikan anak usia dini. Pembelajaran yang sesuai kebutuhan anak yaitu pembelajaran yang dapat mengembangkan <em>multiple intelligence</em> anak secara optimal. Kajian dari artikel ini dilatar belakangi oleh pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai pondasi dalam membentuk dan mengembangkan karakter anak sedini mungkin. Penelitian ini dimaksud untuk menjawab pokok permasalahan bagaimanakah penerapan model pembelajaran sentra dan bagaimana mengembangkan <em>multiple intelligence</em> anak pada TK Islam <em>Plus</em> Insan Kamil Tuban. Data diperoleh dengan cara melakukan observasi, dokumentasi dan wawancara unutuk mencari gambaran mengenai realita pelaksanaan model pembelajran Sentra dan kiat-kiat mengembangkan multilpe intelligence anak melalui pembelajaran Sentra di lembaga PAUD. Seluruh data yang diperoleh dipilih dan dikelompokkan yang kemudian dapat dianalisis serta dituangkan dalam bentuk kata-kata sehingga dapat ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan pembelajaran sentra yang dilaksanakan pada TK Islam <em>Plus </em>Insan Kamil dilakukan dengan baik dan sangat membantu dalam mengembangkan <em>multiple intelegence</em> anak dengan cepat serta menyenangka bagi anak sehingga tanpa sadar, kecerdasan mereka dapat terangkat. Namun ada beberapa hal yang perlu di seragamkan lagi terkait penyampaian pijakan bermain sentra di setiap kelas-kelasnya, dan penyediaan alat bermain perlu divariasikan lebih baik lagi, karna seluruh proses pembelajaran baik dalam pembuatan perangkat pembelajaran meliputi RPPM, RPPH dan media APE serta pijakan dalam bermain sentra hampir semua mereka laksanakan dengan sangat baik.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>Mu</em><em>l</em><em>tiple Intelligenc</em><em>e</em><em>,&nbsp; Pendidikan, Sentra</em><em>.</em></p> <p>Abstract</p> <p><em>This article discusses the point of view of the central learning model in early childhood education. Learning according to children's needs is learning that can develop children's multiple intelligences optimally. The study of this article is motivated by the importance of early childhood education as a foundation in shaping and developing children's character as early as possible. This research is intended to answer the main problem of how to apply the learning center model and how to develop children's multiple intelligence at Islamic Kindergarten Plus Insan Kamil Tuban. Data were obtained by observing, documenting and interviewing to find a picture of the reality of implementing the Sentra learning model and tips for developing children's multiple intelligences through learning Centers in PAUD institutions. All data obtained are selected and grouped which can then be analyzed and put into words so that conclusions can be drawn. The results showed that the application of learning centers carried out at Islamic Kindergarten Plus Insan Kamil was done well and was very helpful in developing children's multiple intelligences quickly and was fun for children so that without realizing it, their intelligence could be raised. However, there are a number of things that need to be uniformed again regarding the delivery of the playing center footing in each of its classes, and the provision of playing equipment needs to be varied even better, because the whole learning process is good in making learning tools including RPPM, RPPH and APE media as well as footholds in playing center almost everything they do very well.</em></p> <p><strong>Keywords: </strong><em>Multiple Intelligence, Education, Center</em><em>.</em></p> Ana Aulia Nur Lailatul Fitri Tatang Aulia Rahman ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-12-15 2022-12-15 6 02 145 157 10.35896/ijecie.v6i02.411 PENGARUH APLIKASI SOLITE KIDS TERHADAP PERKEMBANGAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN http://journal.iaialhikmahtuban.ac.id/index.php/ijecie/article/view/396 <p><strong>Abstrak&nbsp; </strong></p> <p>Di masa pembelajaran online ini, orangtua dan guru harus kreatif dalam menstimulasi kemampuan membaca permulaan anak. Adapun judul pada penelitian ini ialah “Pengaruh Aplikasi <em>Solite Kids</em> Terhadap Perkembangan Kemampuan Membaca permulaan Anak Pada Usia 5-6 Tahun”.&nbsp; Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan metode <em>Quasi Eksperiment</em> yaitu melihat pengaruh antara kelompok eksperimen dengan kontrol. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan referensi kepada oangtua dan guru salah satu akternatif untuk menstimulasi kemampuan memebaca permulaan anak usia 5-6 tahun. Adapun cara pengumpulan data yaitu menggunakan observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan. Teknik analisis data berupa statistik dengan mengunakan uji t yang menunjukan hasil nilai Sig (2 tailed) sebesar 0.000.&nbsp; Dimana apabila Sig (2 tailed) &lt;0.05 maka H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini menunjukkan aplikasi<em> solite kids</em> memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan mengenal huruf. Maka disimpulkan bahwa aplikasi <em>solite kids</em> dapat memiliki pengaruh terhadap perkembangan kemampuan membaca anak usia 5-6 tahun.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>Aplikasi Solite Kids, Kemampuan Membaca Permulaan </em>&nbsp;</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstract </strong></p> <p>Beginning reading ability is an important aspect of child development. Children's initial reading ability must be stimulated from an early age. Especially in this online learning period, parents and teachers must be creative in stimulating children's early reading skills. The title of this study is "The Effect of <em>Solite Kids</em> Application on the Development of Early Reading Ability in Children at the Age of 5-6 Years". The research used was quantitative using the <em>Quasi Experiment</em> method, namely looking at the effect between the experimental and control groups. The purpose of this research is to provide parents and teachers with a reference for an alternative to stimulate early reading skills in children aged 5-6 years. The way of collecting data is using observation and documentation. In this study researchers used. The data analysis technique is in the form of statistics by using the t test which shows the results of a Sig (2 tailed) value of 0.000. Where if Sig (2 tailed) &lt;0.05 then H0 is accepted and H1 is rejected. This shows that the solite kids application has a significant influence on the ability to recognize letters. So it was concluded that the application of solite kids can have an influence on the development of reading abilities of children aged 5-6 years.</p> <p><strong>Keywords: </strong><em>Solite Kids Application, Beginning Reading Ability </em></p> Anwiri Chairunnisa Luluk Asmawati Fahmi Fahmi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-12-15 2022-12-15 6 02 158 167 10.35896/ijecie.v6i02.396 MEMBANGUN KARAKTER ANAK USIA DINI 5-6 TAHUN MELALUI BUDAYA http://journal.iaialhikmahtuban.ac.id/index.php/ijecie/article/view/426 <p>Abstrak</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan karakter anak usia dini 5-6 tahun melalui budaya sekolah di TK Negeri 9 Buton. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian kualitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tiga tahapan analisis yang terdiri atas reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan yang sengaja guru terapkan seperti menghafalkan surah-surah pendek dan do’a sehari-hari, memperagakan shalat dhuha, bertutur kata yang sopan, menghormati orang yang lebih tua, belajar berpuasa serta bersedekah di bulan suci Ramadhan. Adapun kegiatan teladan tidak sengaja meliputi saling menyapa memberi salam dan berjabat tangan, serta memohon maaf jika melakukan kesalahan. Hasil penelitian ada 11 peserta didik terdiri enam perempuan dan lima laki-laki, dengan menggunakan metode pembelajaran Uswah Hasanah yakni sikap keteladanan yang diberikan oleh guru kepada 11 peserta didik menunjukkan bahwa karakter yang dibangun melalui budaya sekolah telah berkembang dengan baik. Dari penelitian disimpulkan bahwa membangun karakter melalui budaya sekolah dengan menerapkan nilai moral dan agama kepada anak usia dini 5-6 tahun di TK Negeri 9 Buton telah tercapai sesuai tujuan pembelajaran yang ditetapkan sebagai indikator pelaksanaan aspek nilai-nilai moral dan agama.&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>Karakter, anak usia dini, budaya sekolah.</em></p> <p>Abstract</p> <p>This study aims to determine the application of the character of early childhood 5-6 years through school culture in TK Negeri 9 Buton. The type of research used by the author is qualitative research. Research data were collected through observation, interviews and documentation, then analyzed using three stages of analysis consisting of data reduction, data display and drawing conclusions. The results showed that the activities that the teacher deliberately implemented were memorizing short letters and daily prayers, demonstrating dhuha prayers, speaking polite words, respecting elders, learning to fast and giving alms in the holy month of Ramadan. The exemplary activities include accidentally greeting each other by greeting and shaking hands, and apologizing if you make a mistake. The results of the study were 11 students consisting of six girls and five boys, using the Uswah Hasanah learning method, namely the exemplary attitude given by the teacher to 11 students showing that the character built through school culture had developed well. From the research it was concluded that building character through school culture by applying moral and religious values ​​to early childhood 5-6 years in TK Negeri 9 Buton has been achieved according to the learning objectives set as indicators of the implementation of aspects of moral and religious values.&nbsp;&nbsp;</p> <p><strong>Keywords: </strong><em>Character, early childhood, school culture.</em></p> Darlin Darlin Mellyana Sanusi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-12-15 2022-12-15 6 02 168 177 10.35896/ijecie.v6i02.426 PENGARUH PERMAINAN RABA DAN CARI PASANGAN TERHADAP KEMAMPUAN GEOMETRI ANAK USIA 5-6 http://journal.iaialhikmahtuban.ac.id/index.php/ijecie/article/view/404 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari permainan raba dan cari pasangan pada ketrampilan geometri anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini dilakukan pada anak usia dini di TK Zalfa Padang. Akumulasi data yang dilakukan dengan memberikan permainan raba dan cari pasangan untuk kelas eksperimen dan permainan balok untuk kelas kontrol setelah itu peneliti dan guru menilai berdasarkan instrumen yang telah dibangun jumlah instrument sebanyak 4 butir item. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berbentuk <em>Quasy Experimental</em> dengan desain <em>Nonequivalent Control Group Design</em>. Penelitian ini menggunakan 30 sampel dimana 15 sampel kelas eksperimen dan 15 kelas kontrol. Pada teknik analisis data kemudian data diolah menggunakan aplikasi SPSS 25. Berdasarkan hasil n-gain <em>score</em> yang telah didapatkan dalam penelitian ini, pada kelas kontrol yaitu 0,55 yang dikategorikan sedang sedangkan pada kelas eksperimen diperoleh nilai 0,81 yang dikategorikan tinggi. Berdasarkan hasil uji t yang didapatkan 0,003 &lt; 0,05 sehingga&nbsp; disimpulkan yaitu terdapat perbedaan antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Maka dapat disimpulkan bahwa permainan raba dan cari pasangan berpengaruh dalam keahlian untuk memahami bentuk geometri pada anak usia 5-6 tahun di TK Zalfa Padang.</p> Evita Fitri Yaswinda Yaswinda ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-12-15 2022-12-15 6 02 178 187 10.35896/ijecie.v6i02.404 PENDEKATAN PEMBELAJARAN DALAM MENSTIMULASI KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK PEMBANGUNAN LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI PADANG http://journal.iaialhikmahtuban.ac.id/index.php/ijecie/article/view/390 <p>Abstrak</p> <p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan interaksi sosial anak yang pada awal-awal masuk sekolah kurang bagus. Kemampuan interaksi sosial anak sangat penting untuk distimulasi sejak dini. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pendekatan pembelajaran dalam menstimulasi kemampuan interaksi sosial anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk melihat bagaimana pendekatan pembelajaran dalam menstimulasi kemampuan interaksi sosial anak di TK Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang. Subjek penelitian adalah TK Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang di dan informan penelitian adalah kepala sekolah dan guru kelas. AdapunTeknik pengumpulan data yang dilakukan pertama yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu pertama perencanaan pembelajaran dalam menstimulasi kemampuan interaksi sosial anak. Kedua, pendekatan pembelajaran yang digunakan oleh guru. Ketiga, peran guru dalam menstimulasi kemampuan iteraksi sosial anak. Keempat, cara guru dalam menstimulasi kemampuan interkasi sosial anak. Kelima perilaku interaksi sosial anak. Keenam, kemampuan interaksi sosial anak berkembang cepat. Ketujuh, faktor yang mempengaruhi interaksi sosial anak. Kedelapan, cara interaksi sosial anak dengan temannya. Kesembilan, cara interaksi anak dengan guru. Kesepuluh pendekataan pembelajaaran yang digunakan dalam menstimulasi kemampuan interaksi sosial anak.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>Pendekatan Pembelajaran, Stimulasi Kemampuan Interaksi Sosial, Kemampuan Interaksi Sosial Anak</em></p> <p>Abstract</p> <p>This research is motivated by the ability of children's social interaction in the early days of entering school is not good. Children's social interaction skills are very important to be stimulated from an early age. So the purpose of this study is to describe the learning approach in stimulating children's social interaction skills. This type of research is descriptive research using a qualitative approach. To see how the learning approach stimulates children's social interaction skills in the Laboratory Development Kindergarten, State University of Padang. The subject of the research was the Laboratory Development Kindergarten of Padang State University in Padang and the research informants were the principal and class teacher. The first data collection technique is observation, interviews and documentation. The results of this study are the first learning planning in stimulating children's social interaction skills. Second, the learning approach used by the teacher. Third, the teacher's role in stimulating children's social interaction skills. Fourth, the teacher's way of stimulating children's social interaction skills. The fifth behavior of children's social interaction. Sixth, children's social interaction skills develop rapidly. Seventh, factors that influence children's social interactions. Eighth, the way children's social interactions with their friends. Ninth, the way the child interacts with the teacher. The ten learning approaches used in stimulating children's social interaction skills.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Learning Approach, Stimulation of Social Interaction Ability, Children's Social Interaction Ability</em></p> Fitri Susanti Waruwu Serli Marlina ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-12-15 2022-12-15 6 02 188 203 10.35896/ijecie.v6i02.390 PENGARUH DISIPLIN TERHADAP KINERJA GURU PAUD http://journal.iaialhikmahtuban.ac.id/index.php/ijecie/article/view/318 <p>Abstrak</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari disiplin guru terhadap kinerja guru di PAUD Kecamatan Tiga Dihaji Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dan menggunakan metode survey. Adapun cara pengumpulan data terdiri dari angket dan dokumentasi. Sampel yang digunakan sebanyak 30 guru. Hipotesisi penelitian ini adalah disiplin guru memberikan pengaruh yang positif terhadap kinerja guru PAUD Kecamatan Tiga Dihaji Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Untuk mengukur kinerja guru (Y) dan disiplin guru (X) penulis menyebarkan kuesioner kepada guru-guru PAUD sehingga diperoleh data deskriftif kuantitatif. Adapun hasil yang diperoleh yaitu adanya pengaruh yang positif antara variabel X dan variabel Y dibuktikan dengan persamaan Ŷ=2,739+1,299X. Kekuatan antara variabel X dan variabel Y ini sangat kuat dilihat dari hasil determinasi sebanyak 0.990 yang berarti pengaruh antara keduanya yaitu sebesar 99% sedangkan 1% nya dipengaruhi oleh faktor lain. Sedangkan uji hipotesis yang diperoleh yaitu t<sub>hitung </sub>(37,153) &gt; t<sub>tabel </sub>(2,045). Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa semakin baik disiplin yang diterapkan maka akan membuat kinerja semakin baik pula, sebaliknya jika disuatu lembaga tidak ada kedisiplinan maka kinerja guru dilembaga tersebut akan terlihat sedikit juga.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>Disiplin, Kinerja </em><em>dan Guru</em></p> <p>Abstract</p> <p><em>This study aims to determine whether there is a significant influence of teacher discipline on teacher performance in PAUD Tiga Dihaji District, Ogan Komering Ulu Selatan Regency</em>. Type of quantitative research and use survey method. The data collection.ction method consist of a questionnaire and documentation. The sampel used 30 teachers. The purpose of this study is to see if there is a significant influence between disciplines on teachers performance in the Tiga Dihaji district. As for the results obtained, namely the existence of a positive influence between the variable X and variable Y as evidenced by the equation Ŷ=2,739+1,299X. the strength between the variable X and variable Y is very strong seen from the results of determination as much as 0.990 which means the influence between the two is equal to 99% while 1% is influenced by other factors. While the hypothesis test obtained is t<sub>hitung </sub>(37,153) &gt; t<sub>tabel </sub>(2,045). So it can be concluded that the better the discipline applied, the better the performance will be on the other hand if there is no discipline in a institution, the teacher’s performance in the institution will look a little too.</p> <p><strong>Keywords</strong><strong>: </strong><em>Discipline, Performance and Teacher</em></p> Hajriana Islamyati Leny Leny Lidia Lidia ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-12-15 2022-12-15 6 02 204 213 10.35896/ijecie.v6i02.318 PENGEMBANGAN MEDIA AUDIOVISUAL LAGU ANAK TEMATIK MELALUI KREATIVITAS MAHASISWA http://journal.iaialhikmahtuban.ac.id/index.php/ijecie/article/view/374 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Media pembelajaran merupakan suatu teknologi yang memiliki tujuan untuk menyampaikan pesan dalam proses pembelajaran. Diperlukan sebuah media yang inovatif yang mudah digunakan untuk anak usia dini, guna untuk mempermudah penyampainnya. Dimana pada kenyataannya lagu anak merupakan media pembelajaran yang mudah digunakan, tetapi sulit bagi guru PAUD untuk menciptakan lagu anak. Audiovisual lagu anak yang dikembangkan melalui kreativitas mahasiswa PG-PAUD STKIP Bina Insan Mandiri bertujuan untuk membantu para pendidik untuk mempermudah proses pembuatan audiovisual dengan menggunakan aplikasi kinemaster yang bisa di download di handphone. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (<em>Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation</em>). Jumlah responden 20 mahasiswa dari program studi PG-PAUD STKIP Bina Insan Mandiri Surabaya. Tahap yang dihasilakan produk awal divalidasi oleh ahli media dan ahli materi. Instrumen pengumpulan menggunakan lembar evaluasi (angket) untuk uji ahli isi materi dan uji ahli media. Hasil penilaian terhadap produk media dilaksanakan berdasarkan dua aspek, yaitu: (1) ditinjau dari aspek isi materi pada lagu anak yaitu tentang tema binatang, alat transportasi, anggota tubuh, rekreasi dan kebutuhanku. Media ini termasuk dalam predikat layak dengan persentase tingkat pencapaian 85% dikatakan layak dalam hal ini adalah lirik lagu memiliki bahasa yang sederhana dan bermakna sehingga mudah diingat dan dinyanyikan oleh anak-anak; dan (2) ditinjau dari aspek media audiovisual berupa video lagu anak termasuk dalam predikat sangat layak dengan hasil persentase tingkat validasi media mencapai 80%. Sangat layak yang dimaksud yaitu dengan tampilan yang kreatif sehingga menarik dan penuh warna. Dengan demikian produk media audiovisual berupa video lagu anak melalui kreativitas mahasiswa ini memiliki tingkat validitas yang baik dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran pada anak usia dini.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong><em>Media Audiovisual, Lagu Anak, Kreativitas</em></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Learning media is a technology that has the goal of conveying messages in the learning process. We need an innovative media that is easy to use for early childhood, in order to make it easier to convey it. Where in fact children's songs are learning media that are easy to use, but it is difficult for PAUD teachers to create children's songs. Audiovisual children's songs developed through the creativity of STKIP Bina Insan Mandiri PG-PAUD students aim to help educators to simplify the process of making audiovisuals using the kinemaster application which can be downloaded on mobile phones. This research is a&nbsp; development research using the ADDIE model (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). The number of respondents was 20 students from the STKIP Bina Insan Mandiri Surabaya PG-PAUD study program. The stage that resulted in the initial product was validated by media experts and material experts. The collection instrument used an evaluation sheet (questionnaire) to test the content expert and media expert test. The results of the assessment of media products were carried out based on two aspects, namely: (1) in terms of the content aspect of the children's songs, namely the themes of animals, means of transportation, limbs, recreation and my needs. This media is included in the appropriate predicate with an achievement level percentage of 85% which is said to be feasible in this case the song lyrics have simple and meaningful language so that children can easily remember and sing them; and (2) in terms of the aspect of audiovisual media in the form of children's song videos, it is included in the very proper predicate with the results of the media validation level reaching 80%. Very worthy of what is meant by a creative appearance so that it is attractive and colorful. Thus the audiovisual media product in the form of children's song videos through student creativity has a good level of validity and is suitable for use in the learning process in early childhood.</p> <p><strong>Keywords: </strong><em>Audiovisual Media, Children's Songs, Creativity</em></p> Indri Dwi Isnaini. Mira Pradipta Ariyanti., ariyanti ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-12-15 2022-12-15 6 02 214 235 10.35896/ijecie.v6i02.374 UPAYA MENINGKATKAN PERKEMBANGAN BAHASA MELALUI PROGRAM LITERASI DI KELOMPOK B TK TRISAKTI http://journal.iaialhikmahtuban.ac.id/index.php/ijecie/article/view/416 <p>Abstrak</p> <p>Perkembangan bahasa harus di stimulus agar berkembang sesuai tahapannya. Namun, perkembangan bahasa di kelompok B TK Trisakti rendah, hal ini ditunjukkan dari keterampilan anak dalam membaca, menulis, dan berkomunikasi. Maka dari itu peneliti melakukan penelitian dengan tujuan meningkatkan perkembangan bahasa anak di kelompok B TK Trisakti, melalui program literasi. Kemampuan berbahasa anak diharapkan dapat meningkat melalui program literasi. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas model Hoopkins. Subjeknya adalah siswa kelompok B yang berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data memakai observasi, tes, dan dokumentasi. Sementara teknik analisis data memakai observasi, dan tes. Hasil penelitian mendapati hasil yakni terjadi peningkatan keterampilan bahasa, hal ini dilihat dari meningkatnya keterampilan bahasa setiap siklusnya. Saat pra siklus kriteria penilaian tertinggi adalah Belum Berkembang(BB) yakni 82% siswa, sedangkan pada siklus I kriteria penilaian tertinggi adalah Mulai Berkembang(MB) yakni 85% siswa, dan pada siklus II kriteria penilaian tertinggi adalah Berkembang Sangat Baik(BSH) yakni 90% siswa. Sehingga disimpulkan bahwa program literasi mampu mengembangkan perkembangan bahasa anak di kelompok B TK Trisakti.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>Perkembangan Bahasa, Literasi, Ana Usia Dini</em></p> <p>Abstract</p> <p>Language development must be stimulated so that it develops according to its stages. However, language development in group B of Trisakti Kindergarten is low, this can be seen from the children's ability to read, write, and communicate. Therefore, researchers conducted research with the aim of improving the language development of children in group B of Trisakti Kindergarten, through a literacy program. Children's language skills are expected to increase through literacy programs. This research is a classroom action research Hoopkins model. The subjects were group B students, totaling 20 students. Data collection techniques using observation, tests, and documentation. Meanwhile, the data analysis technique used observation and tests. The results showed an increase in language development, this can be seen from the increase in language development in each cycle. During the pre-cycle the highest assessment criteria were Undeveloped, namely 82% of students, while in the first cycle the highest assessment criteria was Beginning to Develop, namely 85% of students, and in cycle II the highest assessment criteria was Very Good Development, which was 90% of students. So it was concluded that the literacy program could improve the language development of children in group B of Trisakti Kindergarten.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Language Development</em><em>, Literacy, Early Childhood</em></p> Lailatul Firdausi Danang Prasetyo Ardhana Reswari Trisa Kumalasari Selfi Lailiyatul Iftiyah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-12-15 2022-12-15 6 02 236 250 10.35896/ijecie.v6i02.416 PERILAKU AGRESIF ANAK SELAMA PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 http://journal.iaialhikmahtuban.ac.id/index.php/ijecie/article/view/346 <p>Abstrak</p> <p>Pembelajaran daring selama masa pandemi COVID-19 memiliki dampak pada berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan sosial emosional. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mengeksplorasi dampak pembelajaran daring terhadap perilaku agresif anak usia 5-6 tahun. Penelitian dilakukan di Raudhatul Athfal Jakarta Timur kepada 35 anak. Data diambil dengan menyebarkan kuesioner secara daring yang diisi oleh orang tua responden. Data dianalisis dengan menggunakan analisis tematik. Hasil temuan menyatakan bahwa perilaku agresif yang sering muncul selama pembelajaran daring adalah perilaku agresif verbal berupa anak sering berteriak kepada orang yang mendampingi selama pembelajaran daring. Ini terjadi karena anak merasa bosan, frustasi, tidak memiliki teman dan merasa lelah setelah pembelajaran daring. Perilaku agresif yang paling sedikit muncul adalah agresif fisik dimana anak jarang sekali menyakiti pendamping saat pembelajaran daring. Dengan hasil riset ini, diharapkan orang tua dan guru dapat memberikan pemahaman kepada anak tentang cara mengekspresikan emosi secara baik.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>pembelajaran daring; perilaku agresif; pandemi COVID-19</em></p> <p>Abstract</p> <p>Online learning during the COVID-19 pandemic has had an impact on various aspects of children's development, including social-emotional development. This research was conducted using a qualitative approach which aimed to explore the impact of online learning on the aggressive behavior of children aged 5-6 years. The research was conducted at Raudhatul Athfal, East Jakarta, with 35 children. Data was collected by distributing questionnaires online which were filled out by the parents of the respondents. Data were analyzed using thematic analysis. The findings state that aggressive behavior often appears during online learning as verbal aggressive behavior in the form of children often shouting at people who accompany them during online learning. This happens because children feel bored, frustrated, have no friends and feel tired after online learning. The least aggressive behavior that appears is physical aggression where children rarely hurt their companions during online learning. With the results of this research, it is hoped that parents and teachers can provide understanding to children about how to express emotions well.</p> <p><strong>Keywords:</strong><em> online learning; aggressive behavior</em>; pandemic COVID-19</p> Silvie Mil Ummul Athiyah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-12-15 2022-12-15 6 02 251 262 10.35896/ijecie.v6i02.346 STRATEGI ORANGTUA DALAM MEMUPUK KEMANDIRIAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TAMAN KANAK-KANAK BHAYANGKARI 05 PAINAN PESISIR SELATAN http://journal.iaialhikmahtuban.ac.id/index.php/ijecie/article/view/356 <p>Abstrak</p> <p>Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan tentang kemandirian anak di Taman Kanak-kanak Bhayangkari 05 Painan peneliti melihat keunikan strategi yang dilakukan orangtua dalam memupuk kemandirian sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang strategi orangtua dalam memupuk kemandirian anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak- kanak Bhayangkari 05 Painan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana strategi orangtua dalam memupuk kemandirian anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-kanak Bhayangkari 05 Painan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah orang tua, sebanyak 5 orang dari Taman Kanak-kanak Bhayangkari 05 Painan. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Teknik validasi data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan yang dilakukan orangtua dalam memupuk kemandirian anak, yaitu memberikan support dan semangat, pendampingan dan perhatian, berkomunikasi dan bertanggungjawab dengan pembiasaan-pembiasaan yang dilakukan orangtua yaitu pembiasaan aktivitas sehari-hari, secara perlahan-lahan/pelan-pelan, dan pembiasaan bercerita. Maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan yang dilakukan orangtua dalam memupuk kemandirian anak yaitu berkomunikasi, pendamping dan perhatian serta memberikan semangat dan support dan pengarahan dengan pembiasaan yang dilakukan oleh orangtua yaitu pembiasaan melakukan aktivitas sehari-hari secara perlahan-lahan/pelan- pelan, dan pembiasaan berkomunikasi/bercerita.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>Strategi Orangtua, Kemandirian, Anak Usia Dini</em></p> <p>Abstract</p> <p>Based observations that researchers have about the independence of children at the Bhayangkari 05 Painan Kindergarten, the researchers saw uniqueness of the strategies carried out parents fostering independence that researchers were interested in conducting research on parental strategies in fostering the independence of children aged 5-6 years in kindergarten child Bhayangkari 05 Painan. This study aims to describe how strategy parents fostering independence of children aged 5-6 years at Bhayangkari 05 Painan Kindergarten. This study uses qualitative research method with descriptive approach. The informants for study were parents, many as 5 people from Bhayangkari 05 Painan Kindergarten. Data collection techniques include observation, interview, and documentation. Data analysis techniques are performed by collecting data, collapsing data, presenting data and drawing conclusions. Data validation technique uses source triangulation technique. The results showed that activities carried out parents in fostering children's independence, namely providing support and encouragement, mentoring and attention, communicating and being responsible for the habits carried out by parents, namely habituation of daily activities, slowly/slowly, and storytelling habit. So it can be concluded that&nbsp; activities carried out by parents fostering children's independence are communicating, accompanying and paying attention as well as providing encouragement and support and direction by habituation carried out by parents, namely the habit of doing daily activities slowly/slowly, and the habit of communicating/tell a story.</p> <p><strong>Keywords</strong>: <em>Parenting Strategy, Independence, Early Childhood</em></p> Vinny Rahmana Arsel Rismareni Pransisika ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-12-15 2022-12-15 6 02 263 275 10.35896/ijecie.v6i02.356